Long Life Study

Learn N Fun

Posts Tagged ‘tipes’

Enteric fever : Typhoid

Posted by dokterhasan on August 22, 2010

Typhoid fever or enteric fever adl penyakit infeksi akut yg diebabkan oleh S.typhii atau S.paratyphii dengan karakteristik demam berkepanjangan dan gangguan abdominal.

Ada 3 tanda patogenesis, yaitu bakteremia, perubahan sistem RES difus, dan pembesaran patch peyeri dan KGB mesenterik.

Gejala Klinis. Perjalanan klinis dibagi menjadi 3 minggu. Pd mgg pertama gejala muncul secara bertahap. Demam meningkat secara bertahap dengan karakter rendah pada pagi dan mulai meningkat sore dan malam. Gejala lain berupa malaise, nyeri tenggorok, batuk, dan nyeri kepala.
Pd minggu kedua dpt dijumpai tanda khas berupa bradikardia relatif pd <25 % penderita, diare, lidah kotor berselaput putih sampai kecoklatan ditengah dan tepi hiperemis dan tremor, konstipasi, distensi abdomen, serta demam semakin tinggi dan mulai menetap; dimana perbedaan suhu hanya 0.5 C. Erupsi rose spot pd punggung, perut, dan ekstremitas jarang pd org Indonesia. Komplikasi typhoid sering pd akhir minggu kedua atau awal minggu ketiga.
Memasuki minggu ketiga, demam mulai turun secara bertahap dan lisis pd minggu berikutnya. Dapat dijumpai typhoid state yaitu pasien tampak disorientasi, bingung, lesu, insomnia, wajah tdk bersemangat tanpa ekspresi, suram, kelopak mata setengah. Jarang sampai sopor atau koma. Konstipasi msh mngkin tjd, tapi biasanya mengalami pea soup diare, yaitu berak lembek kehijaun / cokelat dan berbau.

Komplikasi. Dibedakan intraintestinal dan ekstraintestinal. Patch peyeri dpt mengalami hiperplasi, nekrosis, dan ulserasi. Jika ulserasi hanya sampai mukosa dan submukosa maka sering menyembuh sendiri meninggalkan jaringan parut dan erosi yg menyebabkan perdarahan. Jika ulkus hingga serosa maka dpt tjd perforasi, meskipun jarang.
Komplikasi ekstraintestin yaitu hematologis (ex, anemia hemolitik, DIC), neuropsikiatri (delirium plg sering dijumpai (10-37%), typhoid toxic, Gangguan kesadaran, meningismus, skizophrenia, meningitis typhosa, Guillain Bare Syd. Kesemuanya ini jarang tjd), Kardiovaskular (miokarditis pd 1-5%), hepatobilier (hepatitis typhosa, kolesistitis akut / kronis), urogenital (transient proteinuria akibat endapan kompleks imun di glomerulus. Manifestasi lain adl syd.nefrotik, sistitis, pielonefritis, dan gagal ginjal yg sering disertai infeksi sistosoma haematobium ).

Patogenesis. kuman masuk mell ingesti,kmd melewati lambung dan pHnya sampai ke lumen usus. Penyebaran juga bisa dari jaringan limfoid faring. Di usus, kuman berhasil melawan pertahanan humoral IgA dan menembus epitel usus sel M. Di lamina propia kuman berkembang biak dan kmd difagositosis oleh makrofage. Kmd dibawa ke patch peyeri. Dr patch peyeri berjalan melalui kgb mesenterika dan duktus torasikus ke sirkulasi sistemik utk mengalami bakteremia pertama. Kmd ke organ2 RES di hati, lien, dan sutul. Di RES kuman berkembang di luar sel dan sinusoid hati. Kmd sebagian lgsg ke sistemik lagi (bakteremia II) dan sebagian dr hati ke kandung empedu, kmd disekresi ke lumen usus dan mengalami siklus td yg kedua kalinya. Pd siklus saat difagositosis kembali atau bakteremia yg kedua kali, dilepaskan mediator2 inflamasi yg memicu munculnya gejala klinis.

Lab exam. leukosit, trombosit, dan Hb hasil bervariasi. Tapi pd umumnya leukopeni, trombositopeni, dan anemia. Meskipun dpt normal atau sedikit tinggi. Pd hitung jenis scr khas didapatkan aneosinofilia, limfopeni, dan shift to the left. LED dpt meningkat.
SGOT/SGPT, albumin utk menyingkirkan komplikasi.
serologis widal kurang sensitif dan spesifik. Widal O yg plg cepat terdeteksi. Kenaikan 4x nilai normal atau kenaikan pd 2x pemeriksaan atau hasil tetap positif memiliki nilai ramal yg cukup baik. Hasil dipengaruhi oleh pemberian antibiotik, gangguan imunitas dan terapi kortikosteroid, waktu pengambilan darah, endemisitas, riw vaxin, rx silang, rx anamnestik.
isolasi kuman. Merupakan diagnostik pasti. Isolasi dari darah dibiakkab od medium oxgall.

Terapi. Diet rendah serat, bed rest, dan antibiotik. Yg direkomendasikan kloramfenikol, tiamfenikol, kotrimoksazol, seftriaxon, dan quinolone.

Advertisements

Posted in Artikel Kedokteran | Tagged: , , , , | Leave a Comment »